Just Hanan
  • JH World
  • JH Visuals
  • JH Indonesia
beranda Just Hanan Indonesia
  • beranda
  • Life
  • Foodie
  • Musik
  • Travel

Majalah Lifestyle Humanis

4 makanan yang nyaman: travel kuliner di seluruh dunia

12/9/2025

0 Comments

 
Makan ■
Ada hari-hari yang terasa menggantung – setengah selesai, setengah bingung. Dunia terus bergerak, tapi hati terasa melambat. Ransel belum sepenuhnya terisi, pesan belum terbaca, dan keheningan aneh muncul setelah sebuah perubahan. Di saat-saat seperti itu, semuanya terasa di antara – bukan di sini, bukan di sana. Tapi rasa lapar tetap ada – lembut, membumi, mencari sesuatu yang bisa membuat tenang ketika hati tidak bisa.
English | Bahasa Indonesia
OLEH HANAN, baca 8 menit
Picture
​Dan sering kali, ketenangan itu dimulai di dapur. Semangkuk makanan sederhana. Bukan hanya untuk mengisi perut, tapi juga menenangkan. Di seluruh dunia, banyak orang kembali ke makanan yang tenang seperti ini – resep yang penuh perhatian dan kenangan. Dari kuah bening di Asia Tenggara sampai sup kental di Eropa, semuanya membawa bisikan ketenangan. Pengingat bahwa anda tidak hilang – anda hanya sedang berada di tengah-tengah. Dan itu tidak apa-apa. Biarkan uap naik perlahan, dan nikmati satu suapan penyembuh.

Soto Ayam – makanan yang nyaman khas Indonesia

​Hujan turun lembut, terus-menerus – mengetuk atap, menetes di kaca, membuat aroma jalanan jadi campuran aspal basah dan kenangan. Sebuah warung di Jakarta sudah mulai mengeluarkan uap, sekelompok orang berkumpul di bawah atapnya, mangkuk di tangan. Di dalam, udara penuh dengan aroma kunyit dan jeruk nipis. Si tukang masak bekerja cepat, menyendokkan kuah keemasan seperti sedang menyajikan sesuatu yang suci. Tidak perlu bicara. Cukup hirup saja.
​Soto Ayam bukan makanan untuk acara spesial. Ini makanan yang nyaman sehari-hari – bisa ditemukan di sudut jalan, pasar pagi atau bahkan dapur anda sendiri. Banyak keluarga punya versi sendiri, dengan sentuhan pribadi: sedikit lebih asam, tambahan bawang putih, atau telur rebus di atasnya. Di Indonesia, hidangan ini sering muncul ketika langit mulai kelabu dan angin musim hujan mulai terasa. Bukan makanan mewah. Tapi rasanya seperti rumah.
​Kuahnya hangat dan keemasan, berkat kunyit. Ayam suwir lembut menyatu dengan bihun. Telur rebus terbelah pelan di bawah sendok anda. Ada kesegaran juga – dari jeruk nipis, tauge, dan taburan bawang goreng. Uapnya menyelimuti wajah anda seperti pelukan. Sekali cium aromanya, anda tahu: ini bukan sekadar makanan. Ini obat untuk jiwa.
​Saya pernah makan Soto Ayam setelah hari yang penuh perpisahan – tas sudah siap, tiket sudah di tangan, tapi saya tidak yakin apa arti “pulang” saat itu. Suapan pertama tidak langsung menyelesaikan apa pun. Tapi itu membuat saya berhenti sejenak. Membuat saya menarik napas. Kehangatannya, bumbunya, kekuatannya yang tenang. Seolah berkata: anda masih di sini. Masih berjalan maju. Dan untuk sekarang, itu sudah cukup.
Picture
Jeda Jakarta, makanan segar dengan jeruk nipis.

Soto Ayam sederhana

​Satu sendok makanan yang nyaman untuk pikiran yang ramai.
1. Rebus paha ayam dengan bawang putih geprek, jahe, dan garam sampai matang.
2. Suwir ayam, sisihkan.
3. Tumis kunyit, bawang merah, dan serai hingga harum.
4. Masukkan ke dalam kaldu ayam, biarkan mendidih perlahan.
5. Masak bihun secara terpisah, lalu tiriskan.
6. Sajikan ayam dan bihun dalam mangkuk, siram kuah panas di atasnya. Tambahkan telur rebus, jeruk nipis, tauge, dan bawang goreng.

Waterzooi – rasa lezat dari Belgia

​Sore di Ghent. Langit kelabu lembut, jalanan tenang seperti kota sedang menarik napas. Dari sebuah jendela dapur kecil, cahaya kuning keemasan menyinari ruangan. Di dalamnya, aroma mentega dan rempah-rempah mengambang di udara. Sebuah panci mendidih pelan. Sendok mengaduk perlahan. Wortel, daun bawang, potongan ayam – semuanya bergerak lembut, seperti gelombang yang tenang. Tidak perlu banyak. Cukup waktu, dan sedikit perhatian.
​Waterzooi bukan makanan yang ramai atau terkenal. Tidak berteriak minta diperhatikan. Tapi di Flanders, ini klasik yang tenang. Biasanya dimasak ketika ingin menikmati hari dengan santai. Mungkin hari Minggu atau saat seseorang pulang ke rumah. Orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya – dengan suara lembut dan sendok kayu. Makanan ini tumbuh bersama anda. Sederhana waktu kecil, penuh makna saat dewasa.
​Sup ini creamy tapi ringan. Kaldu terasa lembut, dengan sentuhan peterseli dan daun salam. Kentangnya meleleh di setiap suapan. Ayamnya lembut karena dimasak perlahan – hampir hancur begitu menyentuh lidah. Anda merasakan sayurannya, tapi juga merasakan ketenangan – seperti setelah menarik napas panjang. Setiap mangkuk terasa hangat, penuh dan damai.
​Saya pernah merasa tidak tahu harus ke mana. Segalanya berubah – ritme hidup baru, tidak ada yang stabil. Lalu seseorang memasakkan saya Waterzooi. Kami makan di meja kecil, dengan musik lembut di latar. Hidangan itu tidak menyelesaikan masalah. Tapi membuat semuanya melambat. Memberi ruang untuk diam. Momen itu bertahan. Sekarang, saat hidup terasa terlalu cepat, saya memasaknya lagi. Bukan untuk menyelesaikan sesuatu – tapi untuk mengingat seperti apa rasanya tenang.
Picture
Lembutnya sup creamy di bawah cahaya Ghent yang tenang.

Waterzooi sederhana

Paling cocok saat rumah sepi dan hari terasa panjang.
1. Lelehkan sedikit mentega di panci besar.
2. Masukkan daun bawang, wortel dan seledri cincang. Masak sampai lunak.
3. Masukkan paha ayam. Tambahkan air atau kaldu ringan.
4. Tambahkan daun salam, thyme, garam dan lada. Rebus pelan-pelan.
5. Tambahkan kentang dan masak sampai empuk.
6. Tambahkan sedikit cream sebelum disajikan.

Fasolada – hidangan hangat khas Yunani

​Matahari lembut menyinari desa putih yang tenang, bayangan panjang jatuh di dinding batu. Di balik jendela biru, sebuah panci mendidih perlahan. Anda bisa mendengar daun zaitun yang bergoyang dan suara kursi kayu di atas lantai keramik. Sore mulai merayap, dan udara penuh aroma thyme dan tomat. Saat itulah Fasolada muncul – sup sederhana yang terasa seperti sentuhan lembut di punggung.
​Di Yunani, Fasolada lebih dari sekadar makanan – ini adalah tradisi, sering disebut "makanan nasional". Dibuat di rumah, bukan di restoran mewah. Bisa ditemukan di meja dapur kota pegunungan sampai pulau kecil, biasanya dengan sepotong roti di sampingnya. Murah, mengenyangkan, dan penuh kenangan. Banyak yang bilang rasanya lebih enak keesokan harinya – setelah bumbu dan cerita beristirahat semalaman.
​Anda akan mencium aroma bawang putih lebih dulu, lalu manisnya tomat dan minyak zaitun. Kacang putihnya lembut dan creamy, mengambang dalam kuah yang kental dan alami. Seledri memberi rasa segar, dan rempah seperti oregano atau daun salam memberi kedalaman. Setiap suapan terasa lambat dan membumi – dengan tekstur halus dan kehangatan dari dalam. Ini bukan makanan yang berisik – tapi mendengarkan.
​Saya pernah makan Fasolada di warung kecil saat hujan di Kerkyra. Jendela berkabut, sup mendidih di dapur. Minggu itu saya merasa agak tersesat, bingung dengan keputusan yang harus diambil di rumah. Tapi ritme memotong sayuran, ketenangan saat mengaduk panci, membuat saya kembali tenang. Mangkuk itu tidak menyelesaikan apa pun. Tapi mengingatkan saya bahwa melambat itu tidak apa-apa.
Picture
Kehangatan tomat di bawah langit Kerkyra yang melayang.

Fasolada sederhana

Sajian hangat untuk hari yang butuh pelukan.
1. Rendam kacang putih kering semalaman (atau pakai kalengan agar lebih cepat).
2. Panaskan minyak zaitun di panci. Masukkan bawang, bawang putih, wortel dan seledri.
3. Tambahkan pasta tomat, masak sampai harum.
4. Masukkan kacang dan air. Bumbui dengan garam, lada dan daun salam.
5. Rebus sampai semua lembut dan kuah mengental.
6. Teteskan minyak zaitun sebelum disajikan. Bisa ditambah roti jika suka.

Harira – rasa rumah dari Maroko

​Sore perlahan turun di Agadir. Suara azan terdengar lembut di antara jalan-jalan sempit, bercampur dengan aroma jinten dan tomat yang sedang mendidih. Jendela-jendela bersinar hangat di balik jendela kayu ukir. Di dalam salah satu rumah, sepanci Harira mendidih pelan di atas kompor – lentil, kacang arab, bihun – semuanya bergerak bersama dalam tarian lambat. Seseorang mengaduk pelan, mencicipi, menyesuaikan, menunggu. Di luar udara mulai sejuk, tapi di dalam rumah, kehangatan sudah mengisi ruang.
​Harira bukan sekadar sup – ini adalah bagian dari detak jantung rumah-rumah Maroko. Di Agadir dan kota lainnya, Harira sering jadi latar dari sore yang damai, disajikan dengan rasa bangga yang tenang. Tak pernah tergesa. Ini makanan untuk malam yang pelan, untuk cerita yang dibagikan di atas bantal, untuk momen yang tak terburu-buru. Ia bukan hanya mengisi perut – tapi juga menghangatkan hati.
​Suapan pertama terasa lembut: lentil yang halus, kacang arab yang empuk dan asam segar dari tomat. Kuahnya berbumbu tapi tidak tajam – kayu manis, jahe, lada hitam—berlapis, hangat, membumi. Bihun menambah sensasi kenyal lembut. Perasan lemon memberi kesegaran, dan daun parsley atau ketumbar segar mengambang seperti konfeti hijau di atasnya. Hangatnya terasa, dari mulut hingga dada. Tidak berat, tapi menenangkan.
​Saya ingat pernah makan Harira suatu malam di Agadir, saat semuanya terasa tidak pasti – rencana perjalanan tertunda, banyak keputusan belum dibuat. Saya duduk dalam cahaya yang memudar dan makan pelan-pelan. Setiap suapan membuat semuanya terasa lebih ringan: suara di kepala, pertanyaan, beban. Itu hanya sup, tapi juga bukan sekadar sup. Itu adalah rasa memiliki – tidak peduli dari mana anda datang atau ke mana anda akan pergi.
Picture
Sup hangat menyapa senyapnya halaman rumah Agadir.

Harira sederhana

Untuk malam-malam yang butuh sesuatu yang menenangkan.
1. Tumis bawang bombay, seledri dan bawang putih cincang dengan minyak zaitun dalam panci besar.
2. Tambahkan tomat cincang, lentil, kacang arab, dan bumbu (jahe, kayu manis, lada hitam).
3. Tuang air atau kaldu ringan. Biarkan mendidih hingga semua bahan empuk.
4. Masukkan bihun dan aduk perlahan.
5. Akhiri dengan daun ketumbar atau parsley segar dan perasan lemon.
6. Biarkan uapnya naik sebelum mengambil sendok pertama.

Makanan yang nyaman dari segala penjuru – di setiap suapan ada rumah

​Kadang, kenyamanan tak datang dalam bentuk jawaban – tapi dalam semangkuk makanan. Entah itu uap hangat berbumbu di gang kecil Jakarta, krim lembut di dapur Ghent, rasa asam tomat di tengah mendung Kerkyra, atau rasa lentil yang dalam di bawah matahari Agadir – ini adalah jangkar yang tenang. Makanan seperti ini tidak berteriak. Ia berbisik. Ia melintasi musim dan abad, bahasa dan batas negara, selalu dengan pesan yang sama: kamu aman sekarang. Di setiap suapan, ada sesuatu yang lembut dan abadi – pengingat bahwa bahkan saat dunia terasa tak pasti, kehangatan tetap bisa dibagi.
Picture
Saat dunia terdiam, rasa tetap bersuara – dalam semangkuk hangat, di beranda yang memeluk senja.

Kebahagiaan sederhana – satu suapan sekaligus

​Keindahan dari makanan yang nyaman bukan pada megahnya sajian, tapi pada momen-momen kecil yang tenang. Bukan soal pesta besar atau resep rumit – tapi soal bahagia sederhana dari semangkuk makanan yang menemani hari, yang membawa kamu kembali pada sesuatu yang akrab. Setiap suapan adalah ajakan untuk mengingat, melambat dan merawat diri dengan hal-hal yang terasa seperti rumah.
​Kadang, damai tak lebih dari uap hangat dari semangkuk makanan di sore yang sepi. Di dunia yang terus bergerak cepat dan bisa terasa berat, kita justru menemukan ketenangan di momen-momen sederhana seperti ini. Jadi, biarkan dunia terus berputar dan luangkan waktu sejenak untuk memberi makan jiwamu dengan sesuatu yang hangat dan nyata. Kira-kira, apa yang akan dikatakan oleh mangkukmu hari ini?
​Cari artikel mirip? Ketuk tag di bawah!
#Foodie     #Makan     #Resep     #Belgia     #Indonesia     #Maroko     #Yunani
Picture
​​Hanan
Saya travel dunia untuk menemukan cerita yang tak terduga.
CREDITS Hanan: teks •  Apriyan: pengedit teks
12 September 2025

​​​Anda Mungkin Suka Ini
Suka yang ini? Hanan memilih beberapa artikel lain yang mungkin juga anda suka.
Picture
Makanan khas Bali dan cerita di baliknya
Picture
Gastronomi Yunani: resep homemade Moussaka yang simpel
Picture
Apa yang membuat rempah terasa magis? Temukan rasa yang mengubah masakan anda!
Picture
Dari biji kakao ke kebahagiaan: cerita epik cokelat
Suaramu!
0 Comments

Your comment will be posted after it is approved.


Leave a Reply.

Picture
JH
JH World - English Edition
JH Indonesia - Edisi Bahasa Indonesia
JH Visuals
Say hi!
Picture
Picture
Picture
Stats Since • Sejak 2023

visitors • pengunjung
34,000+
stories explored • cerita dijelajahi
70,000+

​Just Hanan — originated • berasal 2011

    SUBSCRIBE

    Sign up with your e-mail address to recieve updates regarding upcoming posts, offererings, events and news! • Daftar dengan alamat e-mail anda untuk menerima pembaruan megenai postingan, penewaran, acara dan berita mendatang!
SIGN UP
We respect your privacy and will only reach out when we have something important and exiting to share! • Kami menghormati privasi anda dan hanya akan menghubungi anda jika kami punya sesuatu yang penting dan menarik untuk dibagikan!
This Site use cookies. Situs ini menggunakan cookies.​
​Cookie statement

Copyright © JH Media, 2011-2025. All rights reserved.
Privacy policy

beranda Just Hanan home