Di sinilah saya menulis. Di luar. Laptop terbuka. Kopi cukup dekat. Sebuah kalimat sudah ada di kepala saya. Dan kalimat itu bandel. Sudah saya ubah lima kali, saya hapus enam kali, dan tetap saja terasa salah. Kalimat itu menggantung di pikiran, belum jadi apa-apa, tapi cukup untuk menghentikan semuanya. Saya membuka laptop dan mengetuk aplikasi Le Chat, masih memikirkan kalimat itu. Le Chat muncul tanpa basa-basi. Tidak ada animasi. Tidak ada sambutan. Hanya ruang kosong yang siap diisi. Di bagian bawah layar, nama Mistral muncul dengan tenang. Bukan logo yang ingin dilihat, lebih seperti nama di punggung buku. Saya mengetik pertanyaan persis seperti yang ada di kepala. Tidak dirapikan. Tidak diperhalus. Hanya masalahnya saja. Le Chat menjawab. Jawabannya tepat dan seperlunya. Tidak mencoba mendekat. Tidak mencoba terdengar ramah. AI itu memberi jawaban, lalu berhenti. Seolah di situlah kesepakatan kami berakhir. Jeda itu terasa penting. Le Chat tidak berusaha membangun hubungan. Tidak memberi saran lanjutan. Tidak peduli saya sedang duduk di mana, di atas kolam yang memantulkan cahaya, dengan kota terbentang di kejauhan. Le Chat tidak tertarik pada kedekatan. Saya bertanya lagi. Jawaban datang lagi. Lalu diam. Tidak ada lanjutan. Tidak ada dorongan. AI itu tetap di tempatnya, tugas selesai. Saya menutup tab. Tidak ada yang mengikuti saya. Teras kembali mengambil alih. Pantulan cahaya bergerak pelan di air kolam. Kalimat di kepala saya akhirnya longgar. Tidak lagi macet. Siap dibentuk. Beberapa waktu kemudian, saat cahaya berubah dan kota di bawah terasa lebih hidup, saya membuka Le Chat lagi. Bukan karena kebiasaan. Bukan karena rasa loyal. Karena saya membutuhkannya. AI itu sama seperti sebelumnya. Jarak yang sama. Sikap yang sama. Le Chat menjawab, lalu menyingkir. Tidak ada rasa akrab yang tumbuh. Tidak ada hubungan yang terbentuk. Le Chat memang tidak dirancang untuk menjadi bagian dari hidup saya. Ia ada hanya saat dibutuhkan — dan hilang saat tidak. Saya menutup laptop dan bersandar, membiarkan teras kembali mengambil alih. Kalimat itu akhirnya menemukan tempatnya. Le Chat tidak mencoba ikut. Dan itu terasa pas. Hanan Saya travel dunia untuk menemukan cerita yang tak terduga. Anda Mungkin Suka Ini Suka yang ini? Hanan memilih beberapa artikel lain yang mungkin juga anda suka. Suaramu!
0 Comments
Your comment will be posted after it is approved.
Leave a Reply. |
|